UPAYA MENINGKATKAN MINAT MEMBACA DENGAN MEDIA BUKU CERITA PADA SISWA KELAS III SDN IV SUKOHARJO KECAMATAN TIRTOMOYO KABUPATEN WONOGIRI
TAHUN PELAJARAN 2010/2011
Normareta Niatama
(Guru SD Negeri III Sukoharjo Kec. Tirtomoyo)
Abstark: Masalah yang dihadapi dalam penelitian ini adalah; (1) kurangnya minat membaca siswa, (2) siswa kurang perhatian terhadap pembelajaran, (3) siswa yang ramai saat proses pembelajaran berlangsung, (4) siswa tidak dapat menjawab latihan dengan maksimal, (5) rendahnya kemampuan membaca siswa yang mengakibatkan rendahnya hasil belajar siswa. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah: (1) meningkatkan minat membaca melalui penggunaan buku cerita menarik pada siswa kelas III SD Negeri IV Sukoharjo Kecamatan Tirtomoyo Kabupaten Wonogiri, (2) mendeskripsikan penggunaan buku cerita menarik untuk meningkatkan minat membaca pada siswa kelas III SD Negeri IV Sukoharjo. Waktu penelitian dilakukan selama semester I tahun pelajaran 2010/2011 dengan jadwal yang telah ditentukan. Media yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan buku-buku cerita yang bisa menarik perhatian para siswa. Pada umumnya siswa sekolah dasar kelas rendah menyukai buku cerita yang bergambar, terutama pada gambar yang berwarna. Dari warna gambar tersebut dapat merespon keingintahuan siswa terhadap isi cerita buku. Dari situlah minat baca seorang siswa timbul. Sehingga dengan media tersebut siswa akan termotivasi untuk aktif membaca dan menjadikan kebiasaan membaca jadi suatu kebutuhan dari dalam diri siswa. Hasil penelitian ini adalah (1) Siklus I adanya peningkatan kemampuan membaca sebelum dilakukan tindakan yaitu 65 meningkat menjadi 68, siklus II menunjukkan peningkatan dari 68 meningkat menjadi 72, siklus III peningkatan kemampuan membaca mencapai rata-rata sebesar 75. (2) Penggunaan buku cerita menarik menunjukkan peningkatan minat membaca siswa yang ditandai 1) Adanya ketertarikan siswa membaca buku apapun yang dipegangnya, 2) Adanya peningkatan kemampuan membaca siswa dari yang belum lancar menjadi lebih lancar dari sebelumnya, 3) Banyaknya jumlah buku yang disediakan guru yang dibaca siswa.
PENGGUNAAN POWER POINT UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MENULIS PERMULAAN SISWA KELAS II
SD NEGERI 2 NAGDIROJO LOR
SRI PARMINI
(Guru SD Negeri 2 Ngadirojo Lor Kec. Ngadirojo)
Abstrak: Pembelajaran menulis siswa kelas II di Sekolah Dasar Negeri 2 Ngadirojo Lor belum sesuai dengan yang diharapkan. Kendala yang dihadapi guru dalam pembelajaran menulis antara lain adalah 1) siswa merasa jenuh dengan pembelajaran menulis permulaan, 2) siswa kurang termotivasi dalam proses pembelajaran. Berdasarkan hasil pembelajaran yang telah dilakukan nilai rata-rata prestasi belajar menulis permulaan hanya 6,00 masih jauh di bawah kriteria ketuntasan minimum yang ditetapkan sebesar 6,60. Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah penggunaan Power point dapat meningkatkan prestasi belajar menulis permulaan pada siswa kelas II Sekolah Dasar Negeri 2 Ngadirojo Lor Kecamatan Ngadirojo Kabupaten Wonogiri Tahun Pelajaran 2010/2011. Penelitian dilaksanakan selama tiga bulan dari bulan September sampai dengan bulan November 2010, selama dua siklus. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan tes. Hasil penelitian tindakan menunjukkan adanya peningkatan i prestasi siswa dalam menulis permulaan. Nilai terendah 70, tertinggi 90, rata-rata 78, prosentase yang tuntas KKM 66 sebesar 100 % dari target 80 %. Interaksi komunikatif antara guru dan siswa berlangsung sangat intensif, ini terbukti dari keberanian siswa untuk menanyakan kesulitan yang dihadapi dalam menulis. Guru juga memberikan bimbingan secara maksimal karena mendalami permasalahan dari setiap siswa.
UPAYA PENINGKATAN MOTIVASI DAN KETERAMPILAN MENULIS
DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA MELALUI
PENGAMATAN LINGKUNGAN BAGI SISWA KELAS IV
SDN II KOPEN PADA SEMESTER I TAHUN 2010/2011
PURWATI
(Guru SDN Kopen 2 Kec. Jatipurno)
Abstark: Tujuan dalam penelitian ini adalah meningkatkan motivasi dan keterampilan menulis dalam pembelajaran bahasa Indonesia bagi siswa kelas VI SDN II Kopen pada semester I tahun 2010/2011 Penelitian ini dilaksanakan pada semester I tahun pelajaran 2010/2011 dengan mengambil tempat di SDN II Kopen kecamatan Jatipurno. Banyak subyek penelitian ini adalah semua siswa kelas VI yang berjumlah 14 siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas. Banyaknya tindakan dalam penelitian ini sebanyak tiga siklus yang terdiri dua kali pertemuan dalam setiap siklusnya. Tiap siklus terdiri dari perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, pengamatan tindakan dan refleksi terhadap hasil pengamatan tindakan. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi, teknik observasi dan teknik tes. Alat pengumpulan data berupa dokumen yang berupa catatan motivasi dan keterampilan menulis dalam pembelajaran bahasa Indonesia, lembar pengamatan dan butir soal tes. Analisis data menggunakan analisis diskriptif komparatif yang dilanjutkan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi menulis pada kondisi awal sebelum dilaksanakan pengamatan lingkungan masih rendah, kondisi akhir motivasi menulis dalam pembelajaran bahasa Indonesia meningkat. Keterampilan menulis dalam pembelajaran bahasa Indonesia pada kondisi awal menunjukkan rata – rata kelas 75,75, sedangkan kondisi akhir rata – rata kelas meningkat menjadi 82,75.
Kata Kunci: Motivasi dan keterampilan menulis dalam pembelajaran bahasa Indonesia, pengamatan lingkungan.PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS DESKRIPSI DENGAN METODE CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING PADA SISWA KELAS V
SD NEGERI 3 GEDONG KEC. NGADIROJO KAB. WONOGIRI
TAHUN PELAJARAN 2010/2011
ARISKA PUJIANTI
(Guru SD Negeri 3 Gedong Ngadirojo)
Abstrak, menulis adalah salah satu aspek keterampilan berbahasa yang penting dalam kehidupan. Hampir semua aktivitas komunikasi yang dilakukan tidak dapat dilepaskan dari sarana tulis-menulis. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan menulis deskripsi dengan metodeContextual Teaching and Learning (CTL) pada siswa kelas V SD Negeri 3 Gedong. Bentuk penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan menggunakan metode siklus. Tiap siklus terdiri dari empat tahapan, yaitu: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, pencatatan dan dokumentasi, dan test hasil belajar. Teknik analisis data yang digunakan adalah metode analisis interaktif yang mempunyai empat buah komponen yaitu: pengumpulan data, penyajian data, reduksi data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan keterampilan menulis deskripsi pada siswa kelas V SD Negeri 3 Gedong setelah diadakan tindakan kelas dengan metodecontextual teaching and learning. Hal ini dapat ditujukkan dengan: (1) Meningkatnya rata-rata kelas dari 66,36 pada tes awal; 69,39 pada siklus I dan 73,43 pada siklus II. (2) Meningkatnya persentase ketuntasan belajar siswa dari 43% pada tes awal, 57% pada siklus I dan 86% pada siklus II. Dengan demikian dapat digunakan suatu rekomendasi bahwa pembelajaran menulis deskripsi dengan metode contextual teaching and learning dapat meningkatkan keterampilan menulis deskripsi pada siswa kelas V SD Negeri 3 Gedong Kecamatan Ngadirojo Kabupaten Wonogiri Tahun Pelajaran 2010/2011.
Kata kunci: Metode Contextual Teaching and Learning, keterampilan menulis, deskripsi
DENGAN MELALUI SUPERVISI AKADEMIK DAPAT MENINGKATKAN MOTIVASI DAN KEMAMPUAN MENYUSUN RPP BAGI GURU SDN I JATIMARTO TAHUN PELAJARAN 2010/2011
Sunardi
(Guru SD Negeri I Jatimarto Kec. Ngadirojo)
Abstrak: Penelitian ini di lakukan dengan melihat motivasi dan kemampuan menyusun RPP bagi guru SD Negeri I Jatimarto Tahun pelajaran 2010/. Hal ini terjadi karena motivasi dan kemampuan menyusun RPP masih sangat rendah, padahal penyusunan RPP merupakan pekerjaan yang wajib dibuat oleh guru. Permasalahan tersebut diharapkan dapat diatasi melalui pendampingan terhadap guru melalui supervisi akademik. Hasil Penelitiaan tindakan ini adalah sebagai berikut Skor perolehan dari hasil penilaian dari penyusunan RPP hasil karya guru pada kondisi awal memperoleh rerata 34, pada siklus I dengan rerata 40,33 dan pada siklus II dengan rerata 48. Dari data tersebut terjadi peningkatan antara kondisi awal dan siklus II sebesar 41 % hasil tersebut merupakan peningkatan yang sangat signifikan. Sedangkan rerata yang diperoleh dari skor maksimal 60 adalah sebesar 80%. Dengan demikian Supervisi akademik merupakan bimbingan yang sangat tepat dalam meningkatkan motivasi dan kemampuan menyusun RPP bagi guru. Tujuan penelitian ini adalah terjadinya peningkatan motivasi dan kemampuan menyusun RPP bagi guru SD Negeri I Jatimarto tahun pelajaran 2010/2011. Metode penelitian ini adalah dengan penelitian tindakan (action research) yang dilaksanakan dengan dua siklus. Berdasarkan hasil penelitian tindakan di atas dapat disimpulkan Supervisi akademik merupakan tindakan yang sangat tepat untuk meningkatkan motivasi dan kemampuan menyusun RPP bagi guru SD Negeri I Jatimarto tahun 2010/2011.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA DALAM MENGIDENTIFIKASI PERKEMBANGBIAKAN TUMBUHAN MELALUI METODE KERJA
KELOMPOK PADA SISWA KELAS VISD NEGERI I PONDOK,
KABUPATEN WONOGIRI TAHUN AJARAN 2010 / 2011
NUNING SETYAWATI
(Guru SD Negeri 1 Pondok Kec. Ngadirojo)
Abstrak: tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar IPA melalui metode kerja kelompok pada siswa kelas VI SD Negeri I Pondok. Bentuk penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan menggunakan model siklus. Tiap siklus terdiri dari 4 tahapan, yaitu : perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, dokumen, dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif yang mempunyai tiga buah komponen yaitu : reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan hasil belajar IPA perkembangbiakan Tumbuhan pada siswa kelas VI SD Negeri I Pondok setelah diadakan tindakan kelas melalui metode kerja kelompok. Hal ini dapat ditunjukkan dengan : (1) meningkatnya nilai rata-rata kelas dari 59,075 pada kondisi awal, 68,25 pada siklus I dan 78,75 pada siklus II. Meningkatnya prosentase ketuntasan belajar siswa dari 30 % pada kondisi awal, 65 % pada siklus I dan 100 % pada siklus II. Dengan demikian dapat digunakansuatu rekomendasi bahwa pembelajaran IPA perkembangbiakan Tumbuhan melalui metode kerja kelompok dapat meningkatkan hasil belajar pada siswa kelas VI SD Negeri I Pondok Kecamatan Ngadirojo Kabupaten Wonogiri Tahun pelajaran 2010.
UPAYA MENINGKATKAN AKTIFITAS BELAJAR SISWA
MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD
PADA MATERI PERBANDINGAN DI KELAS VII B
SMP NEGERI 2 JATIPURNO
Radiyo
(Guru SMP Negeri 2 Jatipurno)
Abstrak: Pendidikan merupakan aspek sangat penting untuk membentuk sumber daya manusia yang kreatif dan inovatif. Pendidikan menekankan pada proses pembelajaran yang berkualitas. Melalui proses pembelajaran yang berkualitas di harapkan aktifitas pembelajaran siswa akan meningkat. Kegiatan proses pembelajaran yang dilaksanakan di kelas VII B SMP N 2 Jatipurno, terlihat hasil belajar pada materi perbandingan masih sangat rendah yaitu nilai rata-rata 59,88 dengan ketuntasan belajar siswa secara klasikal 53,12%. Hal ini diduga karena siswa kurang mendapatkan motivasi dari guru, siswa kurang aktif dalam kegiatan pembelajaran. Dari uraian tersebut penulis sebagai pengajar di kelas VII B SMP N 2 Jatipurno berupaya bagaimana mengaktifkan siswa dalam belajar sehingga hasil belajar materi perbandingan dapat meningkat? Penelitian tindakan kelas melalui pembelajaran tipe STAD di kelas VII B SMP N 2 Jatipurno mampu meningkatkan aktifitas siswa dalam mencapai hasil belajar pada materi perbandingan. Pelaksanaan penelitian ini pada semester II tahun 2007/2008. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar yang cukup segnifikan adalah sebagai berikut : a) siklus I nilai rata-rata 68,25 dengan 78,13 % siswa tuntas belajar. b) Siklus II nilai rata-rata 72,38 dengan 87,50 % siswa tuntas belajar. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa pembelajaran tipe STAD dapat meningkatkan aktifitas siswa dalam mencapai hasil belajar materi perbandingan di kelas VII B SMP N 2 Jatipurno. Saran setelah selesai penelitian ini, guru perlu meningkatkan kinerjanya dalam pembelajaran sehingga anak menjadi aktif, kreatif dalam belajar.
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA UNTUK MENGUNGKAPKAN MONOLOG PENDEK BERBENTUK PROCEDURE MELALUI METODE
DEMONSTRASI DI KELAS VII B SMP NEGERI 2 JATIPURNO
TAHUN 2009-2010
Retno Dwi Hartanti, S.Pd
(Guru Bahasa Inggris SMP N 2 Jatipurno)
Abstrak: Tujuan pembelajaran bahasa Inggris adalah untuk berkomunikasi baik secara lisan maupun tulis. Berkomunikasi berarti mengungkapkan makna. Dalam mengungkapkan makna penguasaan kosa kata dan tata bahasa sangat diperlukan.Dalam bentuk tertulis, siswa relatif mempunyai waktu untuk mencari kosa kata yang digunakan dan tata bahasa yang tepat untuk mengungkapkan makna dengan maksud tertentu. Namun untuk komunikasi secara lisan siswa harus memikirkan maksudnya pada saat itu juga dan langsung mengutarakannya dalam bentuk kalimat yang tepat.Selain itu dalam bahasa lisan kepercayaan diri mempunyai peran yang sangat penting agar siswa bisa mengungkapakan bahasa dengan tepat dan bisa dipahami. Kepercayaan diri akan timbul apabila siswa yakin menguasai materi dengan baik. Dari analisa diatas di kelas VII B yang akan melakukan monolog pendek berbentuk procedure guru menerapkan pembelajaran dengan metode DEMONSTRASI. Dengan metode demonstrasi, pada saat siswa akan mengungkapakan suatu maksud, mereka memperagakan apa yang diucapakan sehingga siswa yakin apa yang diucapkan tersebut tepat. Dengan penerapan pembelajaran menggunakan metode demonstrasi, siswa mengungkapkan langkah-langkah dalam procedure yang sehari-hari biasa dilakukan dengan disertai peragaan apa yang diungkapkan, sehingga siswa percaya diri dan bisa melakukannya dengan benar. Hal tersebut tercermin pada hasil pengamatan selama proses penelitian dengan bukti tugas-tugas selama proses pembelajaran dan tugas akhir pada nilai ulangan harian yang semakin meningkat.
APLIKASI PENDEKATAN LINGKUNGAN UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR BIOLOGI PADA MATERI KEANEKARAGAMAN MAKHLUK HIDUP
DI KELAS VII B SMPN 2 TIRTOMOYO
TAHUN 2010/ 2011
Widodo
(Guru SMP Negeri 2 Tirtomoyo)
Abstrak: Pembelajaran Biologi di SMPN 2 Tirtomoyo kurang bermakna tercermin tingkat penguasaan materi pelajaran siswa kurang dan cenderung tidak bisa bertahan lama, lebih dari 65 % siswa kelas VII B belum dapat memahami kompetensi secara baik sehingga prestasi belajarnya masih rendah, disebabkan guru masih menerapkan model pembelajaran konvensional (ceramah) sehingga keterlibatan siswa dalam kegiatan belajar belum tampak. Bertolak dari permasalahan itu, diterapkan model pembelajaran dengan pendekatan lingkungan yaitu adalah suatu cara atau strategi pembelajaran melalui kegiatan mengamati, mencatat, berekperimen, menjelajahi dan menelusuri lingkungan dalam suatu proses belajar mengajar. Lingkungan digunakan sebagai sumber belajar untuk memahami materi yang erat keitanya dengan kehidupan sehari-hari. Pendekatan lingkungan dilaksanakan dalam 2 siklus dengan lama penelitian 4 bulan. Pendekatan pembelajaran ini dapat meningkatkan motivasi belajar siswa sehingga memperlancar pemahaman dan penguasaan kompetensi muaranya terjadi peningkatan prestasi belajar mereka serta memperbaiki kualitas pembelajaran. Berdasarkan wawancara, pengamatan dan learning logs siswa diperoleh data secara kualitatif tentang respon dan kondisi pembelajaran yaitu siswa merasa senang, tertarik untuk ditindak lanjuti, berpartisipasi aktif dan antusias,minat belajar meningkat dan dapat menumbuhkan keberanian untuk mengajukan pendapat serta menumbuhkan tanggung jawab baik individu maupun berkelompok. Data yang diperoleh dari penerapan pendekatan ini adalah selama penelitian berjalan rata-rata perolehan nilai Pra Siklus 57,57 ketuntasan (34,29 %) ; siklus pertama 65,43 ketuntasan (57,14 %), siklus kedua rata-rata nilai 76,29 ketuntasan (88,57%). Penerapan pendekatan pembelajaran ini memberikan kontribusi posistif terhadap peningkatan pemahaman dan penguasaan kompetensi yang bermakna secara signifikan, membangkitkan ketertarikan siswa terhadap biologi, serta berpengaruh terhadap perbaikan kinerja guru.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR FISIKA MELALUI PENUMBUHAN MINAT MEMBACA BUKU – BUKU FISIKA SISWA SMA NEGERI 1 WONOGIRI
TAHUN 2011/2012
Suparjo
(Guru SMA Negeri 1 Wonogiri)
Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi nilai rata-rata Fisika klas XI-IPA pada tes kenaikan kelas semester genap 2010/2011 di bawah nilai KKM dan dari angket menunjukkan minat membaca siswa rendah. Tujuan untuk mengetahui upaya guru dalam meningkatkan minat membaca siswa dan peningkatan hasil belajar Fisika materi Gelombang siswa kelas XII-IPA.2 SMA Negeri 1 Wonogiri melalui penumbuhan minat membaca buku – buku Fisika. Penelitian dilaksanakan bulan Juni sampai September 2011. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, tiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Siklus 1 menerapkan SQ3R dan siklus 2 menerapkan SQR4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan minat membaca, yang diikuti peningkatan hasil belajar siswa di atas KKM 67,65% pada siklus 1 menjadi 76,47% pada siklus 2, daya serap nilai tertinggi 86 pada siklus 1 menjadi 90 pada siklus 2, nilai rata – rata 71,47 pada siklus 1 menjadi 74,06 pada siklus 2, nilai terendah 60 pada siklus 1 menjadi 62 pada siklus 2.
PENINGKATAN KEAKTIFAN SISWA DAN PRESTASI BELAJAR TEORI MEMPERBAIKI SISTEM INJEKSI BAHAN BAKAR DIESEL MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH
PADA SISWA KELAS XII OC SMK NEGERI 2
WONOGIRI TAHUN PELAJARAN 2010/2011
Suhari
(Guru SMK Negeri 2 Wonogiri)
Abstrak: penelitian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa siswa cenderung mengabaikan penguasaan kompetensi teori memperbaiki sistem injeksi bahan bakar diesel. Siswa lebih mengutamakan keterampilan praktiknya. Kondisi ini dapat dilihat ketika siswa mengikuti pelajaran teori. Siswa kurang aktif dan tidak memperhatikan penjelasan guru. Hal tersebut menimbulkan pemikiran untuk menerapkan pembelajaran kooperatif tipe make a match. Tujuannya adalah pada akhir siklus ketiga sekurang-kurangnya 78 % siswa aktif dalam proses pembelajaran dan sekurang-kurangnya 75 % siswa mendapatkan nilai tuntas KKM. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus dan setiap siklusnya terdiri dari tiga kali pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman materi teori memperbaiki sistem injeksi bahan bakar diesel yang ditunjukkan perolehan hasil ulangan pada pra siklus, siklus satu dan siklus dua yang selalu mengalami perkembangan. Pada pra siklus nilai rata-rata 70,29 dengan prosentase ketuntasan 47 %, siklus kesatu nilai rata-rata 78,48 dengan prosentase ketuntasan 68 %, dan pada siklus kedua nilai rata-rata 78,70 dengan prosentase ketuntasan 76 % dengan menggunakan KKM 76. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa dengan pembelajaran kooperatif tipe make a match, proses pembelajaran teori memperbaiki system injeksi bahan bakar diesel berjalan lebih baik dari sebelumnya dan dapat meningkatkan prestasi belajar. Oleh karena itu disarankan kepada para guru teknik otomotif untuk dapat menerapkan metode ini pada pembelajaran teori yang diampunya.
UPAYA PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SEJARAH MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF (MODEL NUMBERED HEADS
TOGETHER) SISWA KELAS X TGB-A SEMESTER 1SMK
NEGERI 2 WONOGIRI TAHUN PELAJARAN 2010/2011
Lisa Widyaningsih
(Guru SMK Negeri 2 Wonogiri)
Abstrak : Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus, yang masing-masing siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Tiap-tiap siklus dilaksanakan dalam 2 kali tatap muka pembeajaran. Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk mengumpulkan data-data tentang hasil belajar siswa dan keaktifan siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan metode Numbered Heads Together (NHT). Data yang diperoleh dalam penelitian ini meliputi : hasil belajar siswa yang diambil dari pemberian soal tes formatif pada tiap akhir siklus, aktivitas siswa dalam pembelajaran yang diambil dari lembar observasi, dan data tentang refleksi siswa terhadap pembelajaran yang diambil dari angket pada setiap akhir pertemuan. Indikator keberhasilan pada penelitian ini adalah : (1) 75 % siswa memiliki motivasi belajar yang ditandai dengan aktif dalam proses pembelajaran dan presensi yang baik, (2) 75 % siswa memiliki nilai di atas 75 atau dalam kategori baik. Hasil penelitian pada siklus 1 menunjukkan rata-rata hasil belajar siswa sebesar 54,84 dan persentase ketuntasan belajar sebesar 71,45%, aktivitas siswa 63,58% pada pertemuan pertama dan pada pertemuan kedua 85,56%. Hasil penelitian pada siklus 2 rata-rata hasil belajar siswa sebesar 82,03 dan persentase ketuntasan belajar sebesar 80,65%, aktivitas siswa pada pertemuan pertama 90,32%, pada pertemuan kedua 96,17%.
UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN INTERPERSONAL MELALUI PEMBERIAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK BAGI SISWA
KELAS XII OTOMOTIF SMK NEGERI 2 WONOGIRI
Veronica Atiek Haryantika
(Guru SMK Negeri 2 Wonogiri)
Abstrak Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus yang masing-masing siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data yang diperoleh dari penelitian ini diambil dari hasil angket yang diberikan kepada seluruh siswa kelas XII Otomotif A sampai XII Otomotif D sebanyak 138 siswa. Dari 138 siswa lalu dianalisa dan diambil 10 siswa dengan nilai terendah untuk dijadikan kelompok bimbingan. Indikator keberhasilan pada penelitian ini adalah rata-rata hasil peningkatan kemampuan interpersonal siswa minimal sebesar 75. Penilaian ini didapat dari hasil angket dan observasi guru terhadap siswa selama pelaksanaan proses layanan diberikan. Hasil penelitian pada siklus 1 menunjukkan rata-rata hasil angket kemampuan interpersonal siswa sebesar 67,6 naik sebesar 9,02 % dari pra siklus sebesar 62. Adapun hasil observasi guru pada siswa pada pertemuan 1 dan ke 2 pada siklus 1 mengalami peningkatan sebesar 15,10 %. Dari sepuluh peserta bimbingan semuanya termasuk dalam katagori cukup baik. Hasil penelitian pada siklus 2 rata-rata hasil kemapuan interpersonal dari angket yang diberikan sebesar 75 dengan prosentase peningkatan sebesar 10,57% dan hasil observasi guru terhadap kegiatan yang diberikan sebesar 13,60 %. Pada hasil observasi guru terhadap sepuluh siswa menunjukkan sembilan siswa dengan katagori baik dan satu siswa dengan katagori cukup baik. Dari penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa dengan pemberian layanan bimbingan kelompok dapat meningkatkan kemampuan interpersonal siswa Kelas XII Teknik Otomotif Tahun Pelajaran 2010/2011 dari pra siklus ke siklus 2 sebesar 20 %. Saran yang dapat diajukan adalah bahwa layanan Bimbingan Kelompok untuk lebih banyak diberikan kepada siswa sesuai hasil yang ingin diharapkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar