MENINGKATKAN PERKEMBANGAN KEMAMPUAN BAHASA ANAK DENGAN MENGGUNAKAN ALAT PERAGA BONEKA WAYANG
PADA ANAK DIDIK KELOMPOK B TK NEGERI
PEMBINA WONOGIRI
TATIANA SUGIARTI
(Guru TK Negeri Pembina Wonogiri)
Abstark: Kemampuan berbahasa anak perlu ditingkatkan sejak usia dini karena perkembangan bahasa anak sangat mendukung berkembangnya semua potensi yang ada dalam pertumbuhan dan perkembangan anak secara keseluruhan. Pertumbuhan dan perkembangan anak dapat tercapai dengan optimal, diperlukan fasilitas-fasilitas yang dapat menunjang penyelenggaraan pembelajaran, termasuk media belajar atau alat peraga pendidikan.Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan perkembangan kemampuan bahasa anak dalam mendengarkan dan menceritakan kembali isi cerita secara urut. Sedangkan penelitian dilaksanakan di kelompok B TK Negeri Pembina Wonogiri semester I tahun pelajaran 2008/2009 dengan populasi 21 anak didik. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumenter. Penelitian dilakukan dengan tiga siklus tindakan, masing-masing siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan reffeksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat peraga boneka wayang dapat meningkatkan perkembangan kemampuan bahasa anak dalam mendengarkan dan menceritakan kembali isi cerita secara urut. Perkembangan kemampuan anak dalam mendengarkan cerita meningkat dari 48% menjadi 100%, keterampilan anak dalam menceritakan kembali isi cerita secara urut meningkat dari 14,5% menjadi 85,5%. Hasil peningkatan tersebut melampaui target yang telah ditetapkan dalam pembelajaran di Taman Kanak-Kanak yaitu sebesar 80%.
UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN MELIPAT MELALUI MEDIA BAHAN ALAM PADA ANAK DIDIK KELOMPOK B TK PENGAYOMAN WONOGIRI
SEMESTER II TAHUN PELAJARAN 2008/2009
Siti Murniatun
(Guru TK Pengayoman Wonogiri)
Abstrak: Permasalahan yang dibahas pada penelitian ini adalah upaya mengatasi rendahnya kemampuan melipat pada anak didik Kelompok B TK Pengayoman Wonogiri semester II tahun pelajaran 2008 / 2009. Tujuan Penelitian Tindakan Kelas ini adalah untuk mendiskripsikan penggunaan bahan alam (daun pisang) untuk meningkatkan kemampuan melipat. Penelitian ini dilaksanakan selama 4 bulan, dimulai dari bulan Maret 2009 sampai dengan bulan Juni 2009 pada semester II tahun pelajaran 2008 / 2009.Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, dimana masing – masing siklus melalui tahap – tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Sebagai subyek penelitian adalah anak didik kelompok B TK Pengayoman Wonogiri dengan jumlah siswa 22 anak, terdiri dari 14 anak laki – laki dan 8 anak perempuan. Pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi yiatu mengamati kegiatan anak selama pelaksanaan pembelajaran melipat, di samping itu peneliti juga mengumpulkan data berupa penilaian terhadap hasil karya anak didik dalam melipat.Hasil penelitian pada siklus I menunjukkan adanya peningkatan terhadap proses belajar dan kemampuan melipat anak, yaitu dari 22 anak didik sebanyak 12 anak (56%) proses belajarnya baik (V) dan 15 anak (68%) kemampuan melipatnya baik (V). Pada siklus II juga terjadi peningkatan dan telah mencapai ketuntasan belajar yang diharapkan yaitu dari 22 anak didik sebanyak 19 anak (86%) proses belajar baik (V) dan 19 anak (86%) kemampuan melipatnya baik.
Penggunaan Metode Jigsaw Dapat Meningkatkan Kemampuan Keterampilan
Berbicara Siswa Kelas IV SD Negeri I Gedong Kecamatan Ngadirojo
HERY HARTANTO
(Guru SD Negeri I Gedong Kec. Ngadirojo)
Abstrak: Pembelajaran keterampilan berbicara kurang memperoleh hasil maksimal disebabkan oleh beberapa hal, antara lain adalah 1. Motivasi belajar siswa rendah karena bosan dengan proses pembelajaran yang monoton, 2. Pengetahuan tentang pembelajaran berbicara yang diterima siswa masih minim, 3. Kemampuan guru dalam mengelola proses pembelajaran masih konvensional, 4. Guru kurang berani membuat inovasi dalam proses pembelajaran. Tujuan penelitian tindakan kelas ini 1) untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran keterampilan berbicara pada siswa kelas IV Sekolah Dasar Negeri I Gedong Kecamatan Ngadirojo Kabupaten Wonogiri Tahun Pelajaran 2010/2011 2) ntuk meningkatkan keterampilan berbicara pada siswa kelas IV Sekolah Dasar Negeri I Gedong Kecamatan Ngadirojo Kabupaten Wonogiri Tahun Pelajaran 2010/2011 dengan metode Jigsaw. Penelitian dilaksanakan selama tiga bulan dimulai September sampai dengan November 2011 berlangsung selama dua siklus. Metode yang digunakan adalah wawancara, observasi dan tes. Hail penelitian menunjukkan Penggunaan metode Jigsaw dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran berbicara pada siswa kelas IV Sekolah Dasar Negeri I Gedong Kecamatan Ngadirojo Kabupaten Wonogiri Tahun Pelajaran 2010/2011. Hal ini dapat dilihat dari proses pembelajaran pada pratindakan yang membosankan dan kurang motivasi, setelah menggunakan metode inkuiri siswa semangat dan tidak merasa bosan dengan proses pembelajaran yang berlangsung. Penggunaan metode Jigsaw dapat meningkatkan keterampilan berbicara pada siswa kelas IV Sekolah Dasar Negeri I Gedong Kecamatan Ngadirojo Kabupaten Wonogiri Tahun Pelajaran 2010/2011. Hal ini dapat dilihat dari siklus I hingga siklus II. Siklus I jumlah siswa yang tuntas mencapai 15 siswa (50,00), sebelumnya pratindakan hanya 5 siswa (16,66). Ada peningkatan 10 siswa (33,33). Nilai rata-rata yang dicapai siklus I adalah 72,50 sebelumnya, nilai rata-rata pratindakan 66,3. Pada siklus II ada peningkatan 10 siswa (33,33) sehingga jumlah siswa yang tuntas sebanyak 25 siswa (83,33) dan nilai rata-rata mencapai 76,33. Hasilnya cukup memuaskan, karena jumlah siswa yang tuntas sudah mencapai 86,11 atau meningkat 10 siswa (33,33) dan sisanya tinggal 5 siswa yang belum bisa tuntas sehingga harus dibimbing melalui program remidiasi.
PENGGUNAAN METODE INQUIRI TERPIMPIN UNTUK MENINGKATKAN
HASIL BELAJAR TENTANG GERAK BENDA SISWA KELAS III
SEMESTER 2 SD N II TANJUNGSARI
Maria Trihastuti
(Guru SD Negeri II Tanjungsari)
Abstrak: Ilmu Pengetahuan Alam adalah bidang studi pokok yang berhubungan dengan cara mencari tahu tentang alam dan isinya secara sistematis. Berdasarkan data dari buku Analisis dan Evaluasi Belajar terlihat bahwa siswa pada materi untuk Kompetensi Dasar Menyimpulkan hasil pengamatan bahwa gerak benda dipengaruhi oleh bentuk dan ukuran, banyak siswa yang belum tuntas. Faktor yang menyebabkan masalah tersebut adalah materi tersebut membutuhkan penguasaan dan pemahaman konsep melalui cara berfikir, bekerja, dan bersikap ilmiah. Guru saat pembelajaran telah melakukan metode percobaan menggunakan alat peraga benda kongkrit dan metode tanya jawab, namun siswa tetap saja sulit memahami konsep tersebut. Siswa cenderung menerima materi saja tanpa dilatih untuk berfikir, bekerja, dan bersikap secara ilmiah serta mencari sendiri kesimpulan dari percobaan. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan hasil belajar IPA tentang hal-hal yang mempengaruhi gerak benda dengan menggunakan metode inquiri terpimpin, dan meningkatkan kualitas pembelajaran yang dilaksanakan pada bulan Desember sampai Maret 2010. Penelitian dilaksanakan dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan hasil belajar siklus 1 adalah 19 siswa tuntas (46.34 %), pada siklus 2 menjadi 31 siswa tuntas (75,61 %).
Meningkatkan Prestasi Belajar Ilmu PengetahuanAlam Melalui Metode Eksperimen Pada Kelas VIII B SMP Negeri 2 Jatipurno Tahun Pelajaran 2009/2010 (Upaya Pembelajaran Aktif,Inovatif, Kreatif, Efektif, Menyenangkan).
Slamet Riyadi
(Guru SMP Negeri 2 Jatipurno)
Abstrak, Meningkatkan Prestasi Belajar Ilmu Pengetahuan Alam Melalui Metode Eksperimen Pada Kelas VIII B SMP Negeri 2 Jatipurno Kab. Wonogiri Tahun 2009/2010 (Upaya Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan). Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di SMP Negeri 2 Jatipurno kabupaten Wonogiri berlangsung kurang efektif dan efisien hal ini tercermin dari tingkat penguasaan materi yang cenderung tidak bertahan lama, lebih dari 67 % siswa kelas VIII B belum dapat memahami kompetensi dasar dengan baik sehingga prestasi belajar mereka rendah. Setelah dilakukan observasi dan wanancara dengan siswa, kemudian dilanjutkan sharing ide dengan guru anggota peneliti , serta melihat hasil ulangan harian dan ulangan akhir semester pada kelas VIII, maka sebagai faktor utama yang diprediksikan sebagai penyebab rendahnya penguasaan / pemahaman kompetensi dasar IPA adalah guru belum menerapkan metode pembelajaran yang variatif dan menarik serta kurang melibatkan aktivitas maupun tanggung jawab siswa baik secara individual maupun kelompok. Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk meningkatkan prestasi belajar Ilmu Pengetahuan Alam melalui metode ekpserimen baik dari segi penguasan materi pelajaran maupun motivasi belajar. Penelitian ini dilakasanakan mulai tanggal 5 Desember 2009 sampai dengan 20 Maret 2010 di SMP Negeri 2 Jatipurno pada kelas VIII B dengan jumlah peserta didik 32 terdiri dari 18 laki-laki dan 14 perempuan. Metode pembelajaran eksperimen yaitu dengan melakukan pengujian terhadap pewarna maknan (siklus 1), efek bahan pemutih terhadap lingkungan air (siklus 2), dan pengawet bakso yang menggunakan boraks (siklus 3). Penggunaan metode eksperimen dapat memberikan kontribusi yang positif terhadap peningkatan prestasi belajar siswa, peran aktif siswa, prestasi belajar siswa secara signifikan disamping itu juga menumbuhkan rasa keingintahuan dan sikap kritis terhadap permasalahan kehidupan sehari-hari yang terjadi, serta dapat mempengaruhi terhadap perbaikan kinerja guru dalam pembelajaran.
UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR IPA MELALUI STRATEGI
THINK-TALK-WRITE (TTW) PADA PESERTA DIDIK KELAS IXA
SMP NEGERI 4 PRACIMANTORO SEMESTER II
TAHUN PELAJARAN 2009/ 2010
Endah Setyorini
(Guru SMP Negeri 4 Pracimantoro)
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah strategi pembelajaran think-talk-write (TTW) dapat meningkatkan motivasi belajar IPA pada peserta didik kelas IXA SMP Negeri 4 Pracimantoro semester II tahun pelajaran 2009/ 2010. Penelitian ini dimulai bulan Januari 2010. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilakukan oleh guru mata pelajaran IPA. Instrumen dalam penelitian ini adalah angket, wawancara, lembar observasi pelaksanaan pembelajaran, catatan lapangan dan tes. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh kesimpulan bahwa pembelajaran IPA dengan strategi TTW yang diawali dengan penuangan ide-ide dari peserta didik secara individu mengenai kemungkinan jawaban dan atau langkah-langkah penyelesaian atas permasalahan yang diberikan kemudian ditulis dalam bentuk catatan kecil, diskusi dalam kelompok yang berjumlah 5 dengan memunculkan pembicaraan dengan berbagai kemungkinan jawaban, menuliskan kembali hasil diskusi dan diakhiri dengan presentasi dapat meningkatkan motivasi belajar di kelas IXA SMP Negeri 4 Pracimantoro semester II tahun pelajaran 2009/ 2010. Hal ini ditandai dengan: (1) meningkatnya persentase motivasi belajar IPA dari siklus I sebesar 64,39% ke siklus II sebesar 68,76% yang dilihat dari hasil angket (2) adanya kenaikan rata-rata tes dari siklus I ke siklus II yaitu dari 61,67 menjadi 74,29.
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR SISWA PADA MATERI BUNYI
MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CLIS
( CHILDREN LEARNING IN SCIENCE)
Budiyanti
(Guru SMP Pancasila 6 Eromoko)
Abstrak: Proses pembelajaran fisika di SMP cenderung konvensional pada ketercapaian target materi menurut kurikulum bukan pada pemahaman konsep dan ketrampilan berpikir yang diperoleh siswa. Siswa cenderung menghafal seperangkat kata-kata, definisi, hukum-hukum, dan rumus-rumus yang mengakibatkan pengetahuan siswa menjadi tidak bertahan lama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berpikir siswa dalam pembelajaran fisika kelas VIIIA pada materi bunyi melalui penerapan model pembelajaran CLIS (Children Learning In Science). Waktu penelitian pada bulan Januari sampai Maret 2010. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, analisis, dan refleksi. Data hasil belajar kognitif diperoleh dari lembar kegiatan siswa pada tiap siklus, sedangkan hasil belajar psikomotorik dan afektif diperoleh dari hasil pengamatan selama proses belajar mengajar berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor rata-rata hasil belajar psikomotorik pada siklus I adalah 65,56 dan pada siklus II meningkat menjadi 94,72. Skor rata-rata hasil belajar afektif pada siklus I sebesar 70,00 mengalami peningkatan pada siklus II skor rata-ratanya 97,78. Skor rata-rata kemampuan berpikir kritis pre-test 48,05 dan skor rata-rata post-test adalah 89,01. Skor rata-rata kemampuan berpikir kreatif pre-test 42,92 dan skor rata-rata post-test adalah 77,18. Hasil belajar yang dicapai telah memenuhi indikator yang ditentukan.
Kata Kunci : Model pembelajaran CLIS (Children Learning In Science), kemampuan berpikir.MENINGKATKAN EFEKTIFITAS BELAJAR SISWA
KELAS VIII E SMP NEGERI 2 JATIPURNO
SEMESTER I TAHUN 2009/2010
Radiyo
(Guru SMP Negeri 2 Jatipurno)
Abstrak: Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang menduduki peranan penting dalam pendidikan. Perbaikan mutu pendidikan harus diupayakan dengan meningkatkan kualitas pembelajaran. Dengan meningkan kualitas pembelajaran diharapkan siswa belajar lebih baik. Proses pembelajaran di kelas VIII E SMP Negeri 2 Jatipurno, terlihat pada prosentase kreteria ketuntasan belajar ulangan harian materi Persamaan Linear dua variabel masih sangat rendah yaitu 43,6%. Rendahnya prosentase ketuntasan belajar ulangan harian ini diduga karena siswa kurang aktif dalam keterlibatan pembelajaran, motivasi dalam belajar masih kurang. Berawal dari keadaan tersebut penulis berupaya bagaimana prosentase ketuntasan belajar yang dicapai siswa dalam materi persamaan linear dua variabel dapat meningkat. Penulis dalam penelitian ini menerapkan metode pembelajaran aktif di kelas VIII E SMP Negeri 2 Jatipurno diharapkan mampu meningkatkan ketuntasan belajar dalam kegiatan pembelajaran siswa materi persamaan linear dua variabel. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan pada semester I tahun pelajaran 2009/2010. Keberhasilan ini ditandai dengan meningknya jumlah siswa yang mencapai KKM, yaitu : a) pada siklus I mencapai 64,1%, b) pada siklus II mencapai 92,3%. Terlihat partisipasi siswa dalam kegiatan pembelajaran menjadi meningkat dari siklus ke siklus. Kesimpulan penelitian ini bahwa pembelajaran aktif merupakan metode yang efektif untuk menyampaikan materi persamaan linear dua variabel di kelas VIII E SMP Negeri 2 Jatipurno. Saran yang disampaikan pada guru adalah guru berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran agar tercipta suasana pembelajaran yang bermutu sehingga siswa terbentuk dirinya menjadi siswa kreatif dan inovatif.
Kata Kunci: Metode Aktif, Efektifitas Pembelajaran
IMPLEMENTASI MEDIA PEMBELAJARAN RUNNING TEX SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBACA MEMINDAI pada
Siswa Kelas IX ASmp NEGERI 3 Karangtengah
Sukidi
(Guru SMP Negeri 2 Karangtengah)
Abstrak: Tujuan umum (to the effect common) dari implementasi pembelajaran membaca memindai adalah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Indonesia pada semua tingkat satuan pendidikan, sehingga berdampak positif terhadap adanya peningkatan kompetensi siswa yang sangat signifikan. Sedangkan tujuan khusus (to the effect special) dari implementasi pembelajaran ini adalah untuk mengetahui efektivitas (kesangkilan) media “Running Tex” dalam pembelajaran, khususnya pembelajaran membaca memindai (Kompetensi Dasar: 11.3 Menyimpulkan gagasan utama suatu teks dengan membaca cepat ± 300 kata per menit). Beberapa pendekatan sebagai wujud dari implementasi pembelajaran membaca memindai dalam penelitian ini, yaitu pendekatan kontekstual (contextual) yang mempunyai beberapa bagian penting di antaranya adalah konstruktivisme (contructivism,), menemukan (inquiry), bertanya (questioning), masyarakat belajar (learning community), pemodelan (modelling), penilaian otentik (authentic assessment), dan refleksi (reflection). Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX A SMP Negeri 3 Karangtengah. Jumlah siswa yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah 25 orang yang terdiri dari 15 wanita dan 10 pria. Hasil dari implementasi pembelajaran membaca memindai dengan menggunakan Running Tex pada penilaian proses dan produk diperoleh satu kesimpulan bahwa penggunaan media Running Tex terbukti bisa meningkatkan keaktifan siswa. Siswa menyatakan sangat tertarik dengan pembelajaran membaca memindai dengan media “Running Tex”. Secara kuantitatif terjadi peningkatan kemampuan membaca memindai sebelum menggunakan media Running Tex adalah 58,50 dan 62,10 (prasiklus). Setelah penggunaan media Running Tex rata-rata kelas kemampuan membaca memindai meningkat menjadi 73,32 (siklus 1) menjadi 77,60 (siklus 2)
Kata Kunci: Media Running Tex, Membaca Memindai, Pembelajaran Membaca Memindai
PENINGKATAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA ASPEK BERBICARA DENGAN MEDIA AUDIO VISUAL
Suwarto
(Guru SMP Negeri 2 Jatiroto)
Abstrak: Guru harus pandai merancang, mencipta, dan menggunakan media pembelajaran secara optimal agar pembelajaran berkualitas. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 2 Jatiroto kelas VIIIF tahun pelajaran 2010/2011 dengan menggunakan metode penelitian tindakan kelas. Tujuan penelitian adalah untuk meningkatkan hasil / prestasi dan motivasi belajar siswa. Indikator ketercapaian pelaksanaan program diharapkan pada akhir siklus ke-2: (1) sekurang-kurangnya 85% siswa telah tuntas belajar, (2) sekurang-kurangnya 80 % siswa memiliki motivasi dan aktif belajar bahasa Indonesia. Penelitian dilakukan dalam dua siklus dengan tahap-tahap: perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi yang berkesinambungan dan berulang dari pra siklus, siklus I dan siklus II. Analisis data menggunakan teknik analisis diskriptif komparatif dan deskriptif kualitatif. Dampak penggunaan media pembelajaran audio visual dapat meningkatkan hasil dan motivasi belajar siswa. Pada pra siklus nilai rata-rata 68,06 dengan ketuntatasan belajar 40,62 %, siklus I nilai rata-ratanya 72,26 dengan ketuntasan belajar 78,13 % dan pada siklus II nilai rata-ratanya 74,68 dengan ketuntasan belajar 90,63 % dengan menggunakan Kriteria Ketuntasan Minimal 70. Kenaikan nilai rata-rata ini menunjukkan daya serap cukup signifikan dan terjadi peningkatan prestasi belajar.
MELALUI PEMBERIAN TUGAS AKHIR PEMBELAJARAN (TAP) FISIKA
SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA
KELAS XII IPA SMA NEGERI 1 PURWANTORO
TAHUN PELAJARAN 2008/2009
SINGGIH SANTOSO
(Guru SMA Negeri 1 Purwantoro)
PENGGUNAAN MEDIA KARTU PERMAINAN UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PADA MATA PELAJARAN SOSIOLOGI DI KELAS XI IPS 2
SMA NEGERI 1 SLOGOHIMO TAHUN PELAJARAN 2008/2009
Suprapto
(Guru SMA Negeri 1 Slogohimo)
Abstrak: Pada dasarnya proses pembelajaran yang terjadi di SMA Negeri 1 Slogohimo adalah masih didominasi pembelajaran gaya pemolaan atau konvensional. Pendekatan pembelajaran tersebut membuat siswa merasa sangat bergantung kepada guru, merasakan bosan, mengantuk, malas belajar, sering tidak masuk, malas mengerjakan tugas, siswa sering tidak siap menerima pelajaran dan rendah peduli terhadap perubahan. Kondisi demikian menimbulkan kebosanan dalam diri siswa yang pada akhirnya berdampak pada prestasi belajar yang rendah. Tujuan penelitian tinkan dengan penggunaan media kartu permaianan adalah: (1) Untuk menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan dan menarik minat, (2) Untuk meningkatkan prestasi belajar .Penelitian ini dilakukan pada pertengahan bulan Pebruari 2009 di SMA Negeri 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri. karena materi kelompok sosial pada mata pelajaran sosiologi berdasarkan kalender akademik dilaksanakan pada bulan tersebut disamping itu peneliti menemukan berbagai permasalahan yang kemudian mendorong untuk dilaksanakan penelitian tindakan kelas ini. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Penelitian Tindakan kelas terdiri dari 2 siklus. Teknik pengumpulan data,pada penelitian ini adalah dengan menggunkan tes, observasi dan wawancara Sesadangkan alat pngumpulan data yang diperlukan adalah butir soal tes, lembar observasi dan pedoman wawancara. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan : penggunaan kartu permaian dapat menciptakan suasana pembelajaran menyenangkan dan menarik minat siswa, sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar mata pelajaran sosiologi di kelas XI IPS 2 SMA Negeri 1 Slogohimo. Perlu mendapatkan penekanan bahwa kartu permaian untuk sementara masih menciptakan kegaduhan pada proses pembelajaran. Untuk itu penerapan pembelajaran kartu permain ini memerlukan pengendalian guru yang bagus. Karena dikawatirkan apabila terlalu diberikan kebebasan justru siswa akan dapat menganggu proses pembelajaran di kelas lain dengan kegaduhannya. Pengendalian yang baik dari guru dirasa akan bisa memperbaiki kelemahan penerapan kartu permainan ini sehingga tujuan penyelenggaraan pembelajaran akan tercapai seperti yang diharapkan bersama.
Kata Kunci: Kartu permainan, prestasi, sosiologi
Persyaratan Naskah
1. Artikel yang dimuat berupa hasil penelitian tindakan kelas atau kajian kritis setara hasil penelitian dan belum pernak dipublikasikan di media cetak.
2. Artikel ditulis dalam bahasa Indonesia/bahasa Inggris antara 15-20 halaman pada kertas kuarto spasi ganda dengan font Times New Roman 12, dilengkapi dengan abstrak (100-150 kata) dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris serta 3-5 kata kunci. Identitas penelitian dicantumkan sebagai cetakan kaki pada halaman pertama naskah. Artikel dikirim dalam bentuk cetak (dua eksemplar) dan CD dalam program Microsoft Word.
3. Semua artikel ditulis dalam bentuk esai disertai subjudul (heading) pada masing-masing bagian, kecuali bagian pendahuluan disajikan tanpa subjudul. Peringkat subjudul menggunakan huruf capital dan dicetak tebal (bolt), letak pada tepi kiri halaman dan tanpa dengan angka, sebagai berikut:
PERINGKAT 1 : semua huruf besar dan tebal, rata tepi kiri
Peingkat 2 : huruf besar-kecil dan tebal, rata tepi kiri
Peringkat 3 : huruf besar kecil dan tebal-miring, rata tepi kiri
4. Artikel penelitian memuat:
a. Judul
b. Nama penulis
c. Lembaga tempat bekerja
d. Abstrak/abstract
e. Karta kunci/keywords
f. Pendahuluan (tanpa subjudul, memuat latar belakang masalah, masalah, tujuan, dan tinjauan putaka)
g. Metode
h. Hasil danPembahasan
i. Simpulan dan Saran
j. Daftar referensi (yang dirujuk dalam uraian saja)
5. Artikel kajian kritis memuat:
a. Judul
b. Nama penulis
c. Lembaga tempat bekerja
d. Abstrak/abstract
e. Karta kunci/keywords
f. Pendahuluan (tanpa subjudul)
g. Subjudul (sesuai dengan pokok kajian)
h. Simpulan dan Saran
i. Daftar referensi (yang dirujuk dalam uraian saja)
6. Riwayat hidup ditulis secara naratif maksimal seratus kata, berisi nama lengkap dan gelar, tempat dan tanggal lahir, pekerjaan/jabatan, tempat kerja, hasil penelitian dan publikasi ilmiah tiga tahun terakhir.
7. Pengiriman artikel diserta nama penulis, alamat, nomor telepon/faksimil (fax), E-mail. Artikel (cetak dan CD) dikirim paling lambat dua bulan sebelum penerbitan kepada: JURNAL PENDIDIKAN PROVISION d.a PGRI Kab. Wonogiri, E-mail: jurnal_provision wng@gmail.com
8. Daftar referensi disusun mengikuti tata cara yang berlaku diurutkan secara alfabetis dan kronologis seperti contoh berikut:
Brown, H. Douglas. 2000. Principles of Language Learning and Teaching. Englewood Clifts., New York: Prentice Hall Regents.
Edy Suryanto. 2003. “Penggunaan Akronim dalam Surat Kabar Harian Solo Pos Tahun 1998: Telaah Pembentukan Pola dan Permasalahannya “dalam Paedagogia Jilid 6, nomor 1 , Februari 2003, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikanlas Universitas Sebelas Maret Surakarta, hal. 115-157.
Henry Guntur Tarigan. 1990. Pengajaran Kompetensi Bahasa Indonesia. Bandung: Angkasa.
Sarwiji Suwandi. 2004. “Pemantapan Peran Bahasa Kebangsaan sebagai Alat Kohesi Nasional” dalam Katharina Endriati Sukamto (Ed). Menabur Benih Menuai Kasih. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar